Bali Trip Hari 4: Tragedi Nusa Lembongan

Kami bangun agak kesiangan karena baru sampai hotel dengan taksi malam yang tembak harga Rp 60.000 (kejam) dan tidur sekitar jam 03.30 WITA. Kami menyiapkan barang-barang kami untuk segera mengejar speed boat ke Nusa Lembongan melalui Pantai Sanur. Setelah mengecek harga agar kami tidak kena scam di sana, kami segera naik taksi ke Pantai Sanur. Tadinya kami mau naik Gojek mengetahui Gojek masih promo ceban selama bulan ramadhan. Apa daya, Gojek disana masih sangat sepi bahkan didalam GPS-nya. Kami akhirnya memilih untuk naik taksi saja.

Kami membeli tiket dari Optasal, operator speedboat yang katanya memasang harga paling murah di Pantai Sanur. Letaknya berada didekat ATM Mandiri di deretan warung dan restoran di Pantai Sanur. Harga yang ditawarkan adalah Rp 180.000/orang untuk pulang-pergi ke Pantai Sanur. Sudah kami berusaha tawar karena di blog-blog orang pada berkata harganya Rp 150.000, tetapi tidak membuahkan hasil 😦

Kami akhirnya menaiki kapal setelah memakan nasi bungkus seharga Rp 6.000

Off we go! Perjalanan memakan waktu 30 menit dengan laut yang ombaknya lumayan gila, tetapi karena speed boat bisalah diterjang dengan mudah.

IMG_3901

Ternyata di Nusa Lembongan terdapat dua tempat pemberhentian :

  1. Pantai Jungut Batu, yaitu pantai yang lebih terkenal untuk kalangan menengah kebawah karena penginapannya yang cenderung lebih murah biarpun di bibir pantainya sangat banyak kapal yang diparkirkan. Dikhususkan untuk yang menginap satu hari atau lebih karena jauh dari tempat wisata terkenalnya seperti Nusa Ceningan, Devil’s Tear, dan Dream Beach.
  2. Pantai Mushroom Bay (tempat kami turun), yaitu pantai yang lebih terkenal untuk one day trip atau kalangan menengah keatas karena penginapannya yang cenderung mahal, biaya makanan dan kehidupannya yang lebih mahal, tetapi lebih dekat ke tempat-tempat wisata.

Salahnya, kami turun di Mushroom Bay sehingga kami harus pergi jauh ke Jungut Batu dan penyewaan motornya cukup mahal untuk full tank yaitu sebesar Rp 100.000/motor. Padahal di Jungut Batu hanya Rp 70.000/motor. Okay, kami bersabar.

Awalnya, setelah bapak peminjam motor mengetahui kami baru pertama kali naik motor, dia tidak mau meminjamkan 😥 Kami juga tidak mempunyai prasangka buruk tentang naik motor awalnya bahkan kami dengan nekatnya membonceng Kezia.

Setelah perjalanan tidak begitu jauh, kami baru menyadari…. Damn, jalannya buruk kawan. Naik turun layaknya di puncak. Saat turunan pertama yang cukup curam, Putri yang membonceng Kezia terjatuh dan membuat luka yang cukup parah terutama Kezia 😥 Putri tidak henti-hentinya minta maaf kepada Kezia yang terduduk lemas ditengah jalan. Untung kami bertemu dengan anak muda yang bersedia mengantar Kezia ke Jungut Batu karena memang searah juga.

IMG_3903

Pesan Moral yang kami dapat adalah : KALAU GA YAKIN BISA BAWA MOTOR, GAUSAH BAWA. Jadi gimana dong jalan-jalan ke Nusa Lembongannya?

Bawa orang yang mahir bawa motor, atau sewa pick up truck yang bisa mengantar kemana-mana. Memang biayanya lebih mahal, tetapi demi keselamatan apa salahnya? Karena kejadian ini, kami jadi tidak bisa snorkeling karena luka yang dialami Kezia dan Putri cukup perih kena air. Jadi, travel safe kawan-kawan.

Penginapan dan Leyeh-Leyeh

Sesampainya di penginapan, Putri dan Kezia membersihkan luka-luka mereka dan menutupnya dengan tissue agar tidak terkena debu karena Nusa Lembongan merupakan tempat yang cukup berdebu. Kami masih bersantai untuk meredakan detak jantung kami karena jalan yang memang cukup gila untuk pemula motor seperti kami.

Setelah bersantai, kami menyadari kami kesini bukan untuk bersantai di hotel saja! Kami langsung membuat destinasi yaitu pergi ke Dream Beach yang berada dekat Mushroom Bay. Man, kami harus melewati jalan itu lagi. Saat melewati jalan tersebut  selalu ada tempat yang selalu mengobati rasa jantungan yaitu penanjakan yang memperlihatkan pemandangan landscape laut dan Pulau Nusa Lembongan yang sangat indah.

IMG_3908

Nusa Lembongan adalah tempat gudang orang-orang ramah. Setelah tragedi terjatuhnya Kezia dari sepeda motor, dia menjadi semakin takut untuk naik sepeda motor sehingga setiap ada orang asli bali yang entah membawa pick-up truck atau motor kezia bertanya apa dia bisa nebeng, dan jawabannya selalu iya. Satu ditolak karena memang dia bawa penumpang sudah full capacity. Penduduk asli jika ditanya mengenai arah jalan selalu menjawab dengan senang hati, tidak kenal tua muda. They are nice!

Sesampainya kami di Dream Beach, kami tidak dapat berkata-kata. Garis pantai yang pendek tetapi vibe pantainya sangat terasa untuk bersantai ria.

IMG_3924 IMG_3927

IMG_3928

Tidak mau terlalu gelap untuk kembali ke Jungut Batu, kami segera kembali dan memilih untuk makan sore dan melihat sunset dari Jungut Batu dari suatu restoran yang kami lupa namanya. Uniknya, tembok restoran tersebut boleh dicoret-coret sesuka hati oleh konsumen yang datang.

IMG_3960 IMG_3948

Disana banyak banget anjing cantik yang pintar-pintar, saya juga tidak mengerti kenapa tetapi mereka sangat lucu! :’)

IMG_3947

And the sunset.

IMG_3970

Malam harinya, kami jalan-jalan menyusuri garis pantai jungut batu hingga kami tidak kuat dan diakhiri dengan makan di Warung Made yang harganya terjangkau dan rasa yang enyak 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s