Bali Trip Hari 2 : Menjangan, Snorkeling rasa Diving

Kami bangun jam 7 pagi, sikat gigi, cuci muka, dan mendobel baju renang untuk snorkeling pada hari kedua. Kami sudah menyiapkan tas kami untuk langsung kami bawa setelah snorkeling ke Seminyak. Perjalanan ke Menjangan memakan waktu 30 menit dengan menggunakan angkot Gilimanuk-Singaraja yang telah dicharter oleh Pak Ashari.

IMG_3843

Kami turun di White Sandy Beach untuk naik perahu dari sana menuju titik-titik snorkeling. Sambil menunggu perahu, kami naik ke bukit dan melihat pemandangan menakjubkan ditemani sapi-sapi yang sedang makan rumput :’)

IMG_3714

IMG_3743

IMG_3724

IMG_3767

IMG_3750

IMG_3772

IMG_3775

Ternyata, Pulau Menjangan adalah pulau yang tidak berpenghuni. Resort-resort mahal itu ternyata ada disekitar Taman Nasional Bali Barat saja, bukan di Pulau Menjangan-nya. Di Pulau Menjangan terdapat binatang semacam rusa bernama Menjangan dan juga Patung Ganesha yang cukup besar. Pulau ini menjadi tempat untuk sembahyang para penganut agama Hindu.

IMG_3824

Snorkeling Time!

IMG_3796

Kami sampai pada suatu titik diving yaitu Dream Wall. Disebut Dream Wall karena terumbu karang disana berbentuk seperti tembok 30 meter kedalam laut. Visibility-nya sangat bagus dan tidak ada sampah sama sekali, benar-benar terjaga laut di sekitar Pulau Menjangan ini. Kami tidak bisa berhenti ngomong wow sampai-sampai banyak banget air laut yang masuk ke mulut. Sayangnya, kami tidak membawa kamera underwater jadi tidak ada foto snorkeling sama sekali, tetapi semua pengalaman masih tersimpan nyata di otak :’)

IMG_3808

IMG_3797

Sejauh pemandangan saya, memang lebih banyak hard coral saat snorkeling tapi jarang sekali ada terumbu karang yang sudah mati dan membatu. Semuanya masih hidup dan banyak dikelilingi ikan-ikan berbagai jenis :’) indah banget, banget.

IMG_3801

IMG_3817

Nah, bapak ditengah laut itu bernama Bli Botak, guide snorkeling kami yang sebenarnya tidak botak. Mukanya seperti orang Jepang dengan rambut panjang berwarna pirang. Suka ngaku-ngaku bule dan banyak bule kepincut sama dia selama menjadi guide snorkeling. Yailah. Padahal kami lebih percaya kalau dia mantan atlet sumo di Jepang.

IMG_3828

Kami dibawa ke dua titik snorkeling dan setelah itu diantar kembali ke White Sandy Beach. Kelaperan sangat, karena kami ga diberi makan sama Pak Ashari, ternyata dia lupa memberi kita nasi kotaknya padahal tinggal bungkus dari warung di White Sandy Beach. So sad 😥 Lain kali, kalau ikut paket, ingetin saja penanggung jawabnya supaya sesuai sama fasilitas yang dituliskan.

IMG_3777

Perjalanan Menuju Seminyak

IMG_3846

Kami dijemput lagi oleh angkot tadi pagi menuju suatu pertigaan untuk naik mini bus ke Denpasar dengan membayar 50.000/orang. Kami lupa banget negosiasi diawal jadi dia tembak harga. Jahat. Dengan berat hati, kami merogoh kertas berwarna biru untuk diserahkan kepada si supir.

Saat masuk kedalam bus Gilimanuk-Denpasar, kami harus membayar Rp 40.000/orang dengan perjalanan selama empat jam. Jalannya sangat meliuk-liuk dan aspalnya tidak terlalu mulus, tapi kami bawa tidur saja.

IMG_3874

Karena kami belum tahu mau nginap dimana dan kira-kira sampai di Seminyak jam 10 malam. Kami memesan hotel melalui traveloka.com dan membayar menggunakan CIMB Clicks-nya Putri. Kami memperoleh harga promo Rp 180.000 untuk menginap di Sunset Road, Seminyak yaitu Safin Inn Hotel bersebelahan langsung dengan Burger King, Sunset Point.

Jam setengah 10 malam, kami tiba di depan Terminal Ubung. Langsung ada saja angkot yang menawarkan charter untuk pergi ke Seminyak. Saya sendiri terlalu kelaperan dan pusing untuk menawar sehingga saat dia tawarkan Rp 200.000, kami meminta Rp 120.000 supaya genap perorangnya. Awalnya dia tidak mau, saya bilang ke Putri dan Kezia, “Nanti aja yuk, haus banget ke Alfamart dulu aja.”

Eh, si supir angkot kira kita gamau naik jadinya dia turunin harga  sampai  harga penawaran kami. Di dalam Alfamart, kami bertiga senyum-senyum karena salah pengertian ini justu membuat harga charter makin murah.

Setelah kami beli roti sisir untuk sarapan besok pagi dan minuman, kami naik angkot charter tersebut untuk ke Safin Inn. Yang baru kami sadari, kami mau menginap bertiga tetapi kamarnya hanya untuk berdua. Jadi, kami pakai strategi dua masuk hotel duluan, satu nyusul diakhir :’)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s